Showing posts with label friends. Show all posts
Showing posts with label friends. Show all posts

Sunday, 5 January 2014

Euforia Akibat Mubes

Beberapa minggu yang lalu, gue mengikuti mubes dari organisasi-organisasi yang gue ikuti di FK, which are MSC, KaLAM, dan BEM. Untuk selain BEM (dan TBMM kayaknya), mubes berfungsi untuk milih ketua baru untuk periode selanjutnya dari organisasi tersebut. Yang berarti bahwa itu adalah masa pemilihan ketua baru MSC dan KaLAM.

Diawali dengan MSC. Hari pertama gak usah diceritain deh ya, soalnya ya itu, mbahas AD/ART (yang bahkan gue telat datengnya, sengaja) sama LPJ. Pas hari kedua ini yang seru, pas pemilihan ketua. Dari 5 calon: Deby, Harris, Chlara, Rendi, dan Dijay, yang maju sampe pemilihan cuma 3, Rendi, Chlara sama Dijay. Karena somehow Deby dan Harris berhasil mengundurkan diri. Singkat cerita, Rendi yang terpilih jadi ketua selanjutnya.

Rendi. Anak kelompok tutorial gue dulu, haha hebat ya. Sebenernya dia gak mau sih, tp akhirnya mau juga. Terus Rabu-Kamis depannya mubes KaLAM. Entah kenapa ini lebih emosional. Benar-benar mengaduk perasaan gue. Padahal awalnya gue udah fiks mau fokus di MSC aja di tahun kedua ini, tapi gegara mubes ini, terkuaklah emosi-emosi yang terpendam dalam diri gue mengenai KaLAM.

Jujur gue merasa kerja gue setahun kepengurusan kemarin di KaLAM bisa dibilang gak maksimal. Entah kenapa, sepertinya gue kemarin sedang semalas-malasnya menjalankan amanah di KaLAM. Setelah gue evaluasi, kemungkinan terbesarnya adalah karena kefuturan gue yang udah kronis. Terus pas mubes kemarin, gue baru ngerasain kalo gue merasa belong di sini. Diantara semua komunitas yang gue temukan di kampus, di KaLAM-lah gue merasa paling at home. Mungkin karena riwayat organisasi gue sebelumnya semuanya adalah organisasi kerohisan, atau simply karena Allah ingin menyampaikan rahmatnya dengan menunjukkan betapa berharganya teman-teman yang selalu berusaha untuk berada di dalam kesalihan. Berupaya bersama dan saling nasihat-menasihati demi menggapai surga bersama-sama. Kita maju bersama Allah menuju masa depan cemerlang (loh?).

Haha, tapi pada akhirnya, dengan berbagai pertimbangan, gue memutuskan untuk fokus di MSC. Meskipun sepertinya gue juga bakal tetep sering main ke sekre KaLAM. Meski gimanapun, rasanya hati gue akan tetap terpaut pada KaLAM.

Kalau di KaLAM kita mensalihkan diri, saat keluar tugas kita mensalihkan ummat. Bismillahi tawakkaltu 'alallah. Semoga keputusan gue bener.

Anyway, KaLAM dan MSC kan selalu bersinergi :P #IyaApa? #UdahMalem #MakinNgelantur #MenghiburDiri

Forga KaLAM 2013

Tim Syiar 2013

Monday, 25 November 2013

Mengenang Guru Kahfi

Bila engkau bercita-cita
Meraih masa depan gemilang
Tempa diri dengan saksama
Kerja keras amat dipentingkan

Bila kesulitan menghadang
Hadapi dengan senyuman
Ibadah dan doa dimantapkan
Hanya Allah tumpuan harapan

Bila sukses telah diraih
Jaga diri tetap rendah hati
Sujudlah untuk mensyukuri
Karena semua nikmat Ilahi

Jangan ujub, jangan sombong, In shaa Allah..

Pok ame ame, belalang kupu-kupu
Siang makan nasi, kalau malam minum susu
Rambate ratahayu tarik tambang,
Di sini makin lama makin senang

Andai aku burung bisa terbang bebas
Dikasih ongkos pun aku takkan pulang

Bangun pagi-pagi menuju masjid Kahfi,
Guna mengikuti tahajjud dan salat Subuh
Di sinilah aku ditempa dan dibina
Oleh ustadz-ustadzah yang baik

Sedikit bernostalgia, gara-gara admin di twitter alumni Al-Kahfi ngetweet banyak tentang guru-guru kita di Al-Kahfi dulu, jadi agak terbawa suasana nih, apalagi mengingat kalau hari ini hari guru. Terus pas saya cek FB, teman saya nge-post bait pertama dari lagu ini, lagu saat kami ospek (PETA--> pekan ta'aruf) SMP dulu. Aah, begitu rindu rasanya akan suasana pesantren dulu. Rasanya seperti berada di taman-taman surga. Baru sadar ternyata guru-guru saya dulu di sana orang-orang salih semua. Saya rindu aura kesalihan itu. Semangat berlomba-lomba untuk berprestasi, dan saat kami merasa lemah, guru-guru kami selalu bisa membakar lagi semangat kami, meskipun hanya dengan nasihat yang singkat. Betapa mulianya seorang guru, mereka merelakan sebagian besar waktu dan tenaganya untuk mendidik kami, murid-murid mereka. Janganlah kita durhakai mereka dengan menjadi manusia tak beradab dan menyalahgunakan ilmu. Berilah hadiah kepada mereka berupa kesuksesan kita, dan buat mereka bangga akan kita dengan menjadikan diri kita manusia paripurna yang Rabbani.

PS. itu dua baris titik-titik, saya lupa dua baris lagu ini, ada yang masih hafal? tolong dishare dong :)
PPS. Selamat Hari Guru Nasional (25 November)!

Friday, 5 July 2013

Bayi dan Ketek

Jadi hari ini gue ada skills lab abdominal examination (reschedule dari week 2 nih), nah kita pake ruang cardiovascular di lantai 3 Grha Wiyata. Di dalam ruangan itu, banyak perlengkapan buat latihan BLS, (kayaknya sih emang tempat nyimpennya), dan ada 3 ranjang pemeriksaan. Di beberapa ranjang, ada 2 manekin anak laki-laki yang mungkin versi manusianya berusia 5 tahun, dan sebuah manekin anak bayi.

Entah mengapa, hari ini gue merasa insting keibuan gue sangat tinggi. Pas ngeliat manekin itu, langsung gue gendong dengan penuh kasih sayang layaknya menggendong bayi beneran. Pokoknya gue sayang-sayang banget tuh manekin. Dan setelah menggendong-gendong manekin itu kemana-mana, gue merasa perlu segera punya anak #lho. Kata Paulina sih gue terlihat seperti orang stress, haha tapi gak papalah. Beberapa saat setelah menggendong manekin, dr. Suryadi masuk dan gue taro dulu anak gue itu di ranjang pemeriksaan tadi untuk fokus ke latihan kita kali ini.

Semua berjalan lancar, yang pertama maju jadi dokter si Agung, dan gue fokus memperhatikan perbuatan Agung supaya nanti bisa ngasih feedback, dan gue gak menyentuh si bayi sama sekali. Habis Agung, yang maju Nashir. Nah pas ini, gue mulai nggendong-gendong si bayi lagi, tapi tetep sambil merhatiin kerjaannya Nashir. Dan waktu pun berjalan.

Habis Nashir, gue yang maju jadi dokter. Dengan berat hati kan gue harus naro si bayi di ranjang lagi, akhirnya gue taro. Nah selanjutnya gue fokus ke pemeriksaan. Setelah selesai dan dimulai sesi feedback, gue mulai nggendong-gendong bayi itu lagi. Sambil duduk tetep gue gendong tuh bayi. Sesi berlanjut sampai selesai, tidak ada masalah.

Setelah skills lab, gue, citra, rendi, yufi, nashir, agung, dan nisa duduk-duduk di bangku batu deket lobby RK, sekalian sarapan. Beberapa ngerjain laporan, beberapa ngobrol sambil makan. Ya biasalah, habis itu ngobrol-ngobrol ngerencaian farewell party kelompok kita. Terus, karena kunci motornya Nashir lagi dipinjem Hafiq dan Nashir perlu balik ke rumah, jadinya Nashir pinjem motornya Rendi. D'oh, gue gak tau kenapa jadi cerita gak jelas ginian, lamgsung to the point aja ya.

Pokoknya settingnya itu gak ada Nashir dan Agung, cuma tinggal Rendi and the girls aja. Terus terjadi suatu percakapan (gue lupa detailnya gimana, seinget gue aja ya)

Gue: "aaaah, bayi gue masih di GW!! Astri, jahat banget lo tadi bayi gue lo tempeleng pas lagi gue gendong, huhu."
Astri: "hahaha, tadi tuh bayi dismack down ama Alvin loh, dan diketekin Udin, hahahaha."
Citra: "Iya ya? hahaha tadi kan si Hasna nyium bayinya lho."
Hasna: "Hah? Beneran? Emang kapan diketekinnya?"
Astri: "Pas kamu maju meriksa tuh tadi.."
Hasna: "yang diketekin apanya?"
Astri: "Kepalanya, hahahaha.."
Hasna: " waaaaah siaall, tadi gue nyium goodbye ke kepalanya si bayi uuuuuuuuuuurrrrrrghhhh."


Jadi bisa disimpulkan saya mencium apa? hueks.

Friday, 29 March 2013

Rendi's Angels

Haha, mungkin lo berpikir, "Apa banget deh tuh judul?!" Soalnya gue juga mikir gitu. Jadi kan di kelompok tutorial gue anak cowoknya ada 5 dan anak ceweknya juga 5, tapi Rendi seringnya kalo main sama kita anak-anak cewek. Dulu gue nyebutnya Rendi and the Girls, tapi atas saran siapaa gitu gue lupa, akhirnya jadi Rendi's Angels (kayak Charlie's Angels) hahaha setelah dipikir-pikir ternyata kocak juga :P

Ternyata cuma ini foto Rendi's Angels hahaha

Lima Belas Maret 2013

Hei, gue udah lama gak nulis nih, jadi sori dori mori kalo tulisan gue bakal panjang banget, haha..

Jadi ceritanya, tanggal 15 Maret 2013 kemarin, ada salah satu anak kelompok tutorial gue yang ulang tahun. Entah sejak kapan, (kayaknya sejak awal deh) di kelompok gue jadi mentradisi gitu, kalo ada yang ulang tahun kita kasih kue surprise terus makan bareng-bareng. Nah, karena yang berulang tahun kali ini orangnya 'agak spesial' (baca: ngeselin tingkat dewa), jadinya kita juga bikin sesuatu yang agak spesial buat dia: merias motor!

Rencana awalnya sih kita bakal bikin motornya jadi sealay mungkin dengan dekorasi yang gak bisa dicopot lagi biar dia terpaksa pulang dengan motor alay itu. Semuanya udah kita bicarakan beberapa hari sebelumnya, gue yang dapet ide merias motor karena gue dapet inspirasi dari Fiya yang ngajakin ngerias motor Sinta di hari ultahnya juga, hehe.. Karena yang lain gak punya ide yang lebih rasional (idenya Nisa: "kita bawa ke RP lantai 6 terus bilang, 'Selamat ulang tahun ya Shir.' terus kita dorong deh keluar jendela"), akhirnya ide gue diterima, dan entah mengapa gue jai antusias banget gitu. Gimana mekanisme pelaksanaannya? Simak ceritanya..

Jumat itu, awalnya kita ada jadwal praktikum biokimia jam 9-11 (lab biokim ada di RP lantai 6), terus dilanjutkan praktikum farmakologi jam 1. Seharusnya. Tapi ternyata ada reschedule farmako, jadi siang itu kita gak ada praktikum farmakologi, which means jam 11 jadwal kita udah selesai hari itu. Karena kita takut sang target akan segera capcus pulang setelah praktikum, kita berencana mindahin motornya dulu. Dengan beberapa kali upaya, akhirnya kita berhasil mengamankan kunci motornya, *evil laugh*, dan setelah praktikum usai, gue, Nisa, sama Rendi langsung lari keluar lab biokim menuju lift untuk cepet-cepet mindahin motor sang target. Bahkan belum sempet lepas jas lab, gue lepas sama ngelipet jas lab di dalam lift. Saat pintu lift terbuka dan kita udah sampai di lantai 1, kita langsung lari ke parkiran belakang lab anatomi. Gue sama Nisa standby di sana dan rendi ngambil motornya.

Saat itu bahkan belum genap jam 11, gue gak tau anak-anak yang lain pada ke mana, yang jelas siang itu oanas (apa hubungannya?). Gak lama, Rendi dateng dengan membawa motor sang target. Kita langsung cus ngedekor, semua peralatan dekorasi gue yang bawa: kertas crepe yang udah digunting, plang alay bertuliskan "Just Married" yg ada bunga mawarnya, balon, lem, selotip, gunting, dll (kecuali lidi, Yufi yang bawa lidi). Oke, jadi kita mulai merias motornya. Nempelin kertas Crêpe  niup balon, pasang plang, dan lain-lain. Sampai saat itu belum ada tanda-tanda kehadiran yang lain, dan kita lanjut terus merias, sampe sekitar setengah 12, dan udah mau masuk waktu salat Jumat. Si Rendi mau salat di Mardliyyah, katanya dia gak mau ketemu target (?) jadi dia cus ke Mardliyyah. Eeeeh, beberapa saat setelah Rendi pergi, di tengah-tengah saat gue sama Nisa lagi niup balon, si target dateng sambil nggerak-gerakin telunjuknya kayak nunjuk anak nakal sambil nyengir dan ngomong, "gue udah tauuu..."
-______________________-

Sial. Lo gak tau segondok apa rasanya gue. Gue lagi tiup balon coy. Awkward banget scenery itu. Terus dia nyamperin kita, dan karena dia gak punya kunci motornya (kunci motornya masih dibawa Rendi), dia pergi lagi untuk salat Jumat. Gue sama Nisa langsung lemes.

"Yah, gimana nih Nis?"
"Gak tau na..."
"Yaudah lah ya, lanjutin aja yuk."
"Iya deh.."

Kira-kira begitu percakapan desperate kita. Bukan, bukan desperate, tapi failure conversation.
Oh ya, gue baru inget, saat itu Yufi lagi ngambil kuenya yang dititipin di Masjid Ibnu Sina, kalo gak salah Paulina ada acara atau rapat sebentar gitu, Citra gak tau, Agung pulang, Nanda gak tau, dan Alvin ada presentasi CIMSA, jadi dia emang gak bisa ikut dari awal. Fail lah hari itu. Tapi gue sama Nisa tetap istiqomah (?) merias motor target, Yufi juga ikutan. Semuanya udah gemes banget sama target, dengan kejengkela yang membara, kita terus merias motornya berharap bisa jadi motor teralay sedunia. Begini kira-kira jadinya.




Plangnya gue yang bikin lhooo (so what banget ya)

Well, I know itu gak bagus-bagus banget, dan gak sealay yang kita inginkan. Tapi kita tuh udah mutung, gak tau mesti diapain lagi tuh motor. Dan sebenernya, sebelumnya kita udah kecurian start sama Hafiq sama Fian, mereka nemperlin helmnya dengan stiker princess dan Dora, terus sampahnya ditaro di dalem helmnya, dan nullis 'HBD NASHIR' di plat belakang pake tip-Ex. Gue jadi merasa kalah, haha. Oya, kita juga nempel balon alay bentuk kayak sperma di helmnya lho, hahaha...

Rendi mengenakan helm alay
Citra di samping motor alay, mengenakan helm alay
Siang-siang panas-panas, kita belum makan, jadinya kita makan dulu deh (cuma gue, Nisa, Paulina, Citra) karena waktu itu Rendi kayaknya masih soljum dan Yufi ada tes AAI. Pas lagi makan, ada SMS masuk, ternyata dari target, "Rencana kalian gagal, hahahaha." Cih, resek banget. Gue bales aja, "Heh, bukannnya solat malah SMS-an." Pokoknya setelah itu, semua rasanya suram. Padahal, padahal...

Padahal kemarinnya gue berapi-api banget menyongsong hari ini. Seharusnya hari ini seru dan menyenangkan dan ditutup dengan makan kue bersama (kenapa pikiran gue makanan melulu?), tapi Allah menkdirkan lain. Kemarinnya, gue sama Yufi belanja semua supply untuk hari ini, dari dekorasi sampai kue. Kuenya kece lagi.  Kan mbaknya nawarin, kuenya mau ada tulisannya gak, terus gue bilang, mau. Terus gue diskusi dulu sama Yufi mau nulis apa.

"Tulis apa ya yuf?"
"Hmm, apa ya?"
"Feliz Cumpleaños?"
"Ah, jangan bagus-bagus. Nih, belakangan ini kan dia ngomong 'Alright' melulu, kita tulis itu aja."
"Oh iya, hahahahaha kocak banget itu, yaudah kita tulis 'Nashir, alright!!' aja ya?"
"Yaudah has.."

Hahaha, sebenernya ketawa gue lebih panjang dari itu. Itu ide yang sangat cemerlang dari Yufi, gue makin bahagia dan gak sabar menyongsong esok hari, sampe di perjalanan pulang juga gue masih cekikikan ampe Yufi heran (emang gak selucu itu ya?).

Yaudah, habis makan kita ngegabut gak jelas gitu. Pokoknya akhirnya Rendi's Angels udah kumpul dan kita bingung mau ngapain. Udah mau jam 2 dan gak ada tanda-tanda si target bakal dateng. Kata Hafiq si target udah pulang. Heemmmmh tambah bete lah kita. Di tengah-tengah kekesalan dan kue yang ternyata pas diperiksa udah agak hancur sampai tulisannya gak kebaca lagi, akhirnya kita coba hubungi Nanda. Gue SMS, "Nanda, kamu di mana?"
"Makan. Kalian dmn?"
"Makan dmn? Aku sama yufi di Ibsin. Kamu sama syp aja? Nashir dmn?"
"Kayaknya Nashir di rumahnya. Makan di bu siti. Gmn?"
"Nan, balik ke sini nan, hibur kami, kasihani kami ;;;;;_____;;;;;"
"Sebentar."
(jadi bagian awal SMS itu pas gue sama yufi lagi di ibsin, terus kita jalan ke IKM ketemu yang lainnya, dan SMS terakhir itu adalah permintaan teman-teman, hahaha).
Sekitar 15-20 menit kemudian, Nanda dateng dan kita ngadu ke Nanda kayak anak kecil ngadu ke bapaknya, hahaha... Habis itu kita capek dan memutuskan untuk pulang. Kue, kunci motor, sama satu topeng happy birthday (topengnya ada 10, rencana awal kita semua pake topeng itu untuk makan kue) kita titipin Nanda untuk dikasih ke target, biar dia pesta sendirian. Haha, sedih banget ya kita kesannya.

Gue baru inget ternyata gue masih harus nyampein poster dan surat undangan BEM ke fakultas pertanian, dan gue gak berani jalan sendirian, akhirnya gue ditemenin sama Paulina sama Rendi, naik sepeda kampus, sekalian refreshing. Yang lain pulang, kita bertiga cus ke FKG untuk pinjem sepeda, habis itu langsung jalan ke pertanian, dan habis itu kita berencana untuk jalan-jalan muterin kampus. Setelah dari sana, kita menyusuri daerah fakultas pertanian dan nemu jembatan yang langsung ke fakultas peternakan, ternyata ini jebatan gue lewatin hampir setiap hari pulang kuliah, dan kita sempet foto di sana.

Gue (minjem sepeda Rendi utk foto:p) dan Paulina

Rendi dan Paulina

Habis itu kita main ke lembah, yang turunan itu, abis gue penasaran ada apa di bawah sana, ternyata kayak sports center gitu. Nah nah, ada suatu kejadian yang agak memalukan di sini. Jadi pas udah nyampe sports centernya, gue kira itu jalan buntu, jadi gue rencana mau muter balik U-turn gitu, eh karena tanahnya berpasir (alesan!) kaki gue jadi licin dan gue jatoh -___-, pass banget Rendi sama Paulina ada di belakang gue, jadi deh gue diketawain ;_;

Tapi so what banget lah yaa, haha gue juga ketawa dan langsung cus dari sana, malu (._.) Tangan gue berdarah dikit, tapi untung gue bawa hansaplast :3

Habis itu kita haus dan mampir ke food court di belakang gelanggang mahasiswa untuk beli sup buah. Gak tahan godaan, Rendi sama Paulina beli bakso, jadi kita makan minum and ngobrol setelah sepedaan. Lumayanlah, refreshing after an exhausting day :D

Habis itu kita pulang deeeeeeeeh, hahaha...

Dan malemnya......
Jadi gue lagi chatting sama Alvin menceritakan kejadian hari ini, saat tepat pukul 00:00, ada yang ngetok-ngetok kamar gue, Ira udah tidur. Gue pikir, kalo satpam mesti ngomong dong ya. Tapi ini nggak, ngetok-ngetok aja terus, pas gue tanya, "siapa ya?" gak ada jawaban gitu. Merinding banget gue, soalnya dulu Ira pernah cerita kalo di sini emang malem-malem suka ada yang ngetok-ngetok. Duh, panik gue. Makin lama makin kenceng ngetok-ngetoknya. Gak mungkin gue buka pintunya, akhirnya gue bangunin Ira. Dia juga takut, dan teriak lewat jendela ke luar, "Satpaaamm!!!". Seketika itu juga ketokan di pintu makin kenceng dan rusuh, ternyataaa itu Dede sama temennya, Ira ulang tahun!! :D

Apparently rencana Dede gagal, karena niat mereka adalah nakut-nakutin Ira, eh malah gue yang hampir jantungan ;_; tapi gak segagal rencana gue ya, hahaha...

Friday, 2 November 2012

Dressing and Bandaging

Beberapa minggu lalu, gue dapet materi Skills Lab (lab keterampilan dasar klinis gitu) tentang dressing and bandaging. Dressing luka lho ya, bukan salad. Apa itu dressing and bandaging? Intinya sih dressing itu ngebersihin luka untuk menghindarkan dari infeksi, bla..bla.. dan bandaging itu membalut luka salah satu tujuannya untuk membatasi range of movement, misalnya pada orang yang patah tulang, supaya gak makin parah lukanya. Jadi inget, waktu itu dokter Adrian cerita tentang kecelakaan motor, dan korbannya langsung dipindahin begitu aja, padahal harusnya gak gitu, harus di-imobillisasi dulu supaya kalo ada trauma gak makin parah. Tapi ya itu, masyarakat kita masih kurang berpengetahuan tentang hal-hal darurat seperti ini. Niatnya sih mau nolong, tapi kalo malah tambah parah gimana? (aduh jadi out of topic banget ini). Back to topic, salah satu cara imobilisasi ya dengan melakukan bandaging itu, hahaha (apasih gak jelas banget).

Skills lab dressing bandaging kita sebenernya jadwalnya bukan hari itu, itu udah hasil reschedule. Biasa deh, hampir semua skills lab selalu direschedule, ckckck. Enak kalo mau ada praktikum, tapi kalo nggak kan ya  mendingan langsung biar gak ribet lagi atur jadwal. Tapi ya sudahlah. Jadi akhirnya kita mulai skills lab hari itu siang-siang, jam 1 kalo gak salah. Biasanya skills lab itu 2 jam, jadi kalo berjalan sesuai jadwal harusnya selesai jam 3. Tapi karena keasyikan, kita masih di sana sampe lewat ashar, sekitar jam 4 (lama banget gak tuh?)

Intinya gue cuma mau nge-share foto-foto aja sih, abisan lucu-lucu abis dibandage, check it out guys :D


Rata-rata korban praktik dressing and bandaging adalah anak cowoknya, here they are
left-right: Alvin, Nanda, Nashir, Rendi

Anak kecil

Fashion disaster banget, vin, hahaha xD

Duh. Kalian harus liat Nashir pura-pura jadi pengemis dengan bandaging kayak gini. Ngakak pol :D

EH, ini dari skills lab yang dulu, haha numpang pasang ya, abis gue suka foto ini :P

Ini juga fotonya bagus, auranya ceria :D (wajah-wajah ceria saat belum kenal tentamen :p)

Haha, that's it, see you anytime soon :D

Love,
Hasna
xoxo

Dikira Teladan

Halo haloo :D

Ehem, oke. Apa-apaan sih tuh judul? Pada ngira gue anak teladan ya? Hahaha, bukan itu maksudnya. Tapi, beberapa minggu yang lalu, setelah lecture (yang saat itu gue lagi duduk sama Zahrin), Deby yang duduk di belakang kita nanya,

"Has, kamu anak Teladan juga?"

Gue terkesima. Hah? Ada yang ngira gue lulusan Teladan (SMAN 1 Teladan Yogyakarta)? Hahaha. Terus gue bilang (seinget gue aja ya, udah lama soalnya, gue lupa gue bilang apa),

"Hahaha, keliatannya? Kok lu bisa ngira gue anak Teladan?"

"Abis kamu main sama Zahrin terus, dan keliatannya udah deket banget. Eh, bukan ya? Bukan deng, kamu bukan anak Teladan, ngomongnya aja pake gue-elo."

JGERR. Padahal udah bagus-bagus dikira Teladan, hancur semua gara-gara bahasa gue yang masih gue-elo-gue-elo-an sehari-hari, capek deh. Habis gimana ya, sampe sekarang juga gue masih belum bisa ngubah tata bahasa gue untuk menyamai orang-orang di sekitar gue. Oke kadang-kadang gue ngomong pake aku-kamu, tapi most of the time, kebiasaan gue-elo gue masih terus ada. Gue kurang tau juga, apakah di sini "gue-elo" itu dianggap kasar atau nggak, tapi ada temen gue juga yang dari Jakarta waktu itu kaget liat gue ngomong pake "gue-elo" sama temen-temen lain yang bukan anak Jakarta. Dia bilang ke gue kalo dia cuma ngomong pake gue-elo ke sesama anak Jakarta. Terus gue mikir deh, "emang ngomong gue-elo di sini tabu ya?", dan gue pernah nanya itu ke Yufi dan Rendi, kata mereka nggak kok, cuma gak biasa aja.

Hmm, mungkin cuma dianggap asing karena itu termasuk budaya Betawi, dan lingkungan gue sekarang adalah lingkungan berbudaya Jawa yang kental (iyalah, Jogja gitu lho!). Gue rada gak enak juga sih, kesannya sombong banget gak mau make adat setempat, keukeuh pake budaya sendiri padahal lagi di rumah orang. Dulu waktu masih awal-awal masuk, hampir setiap gue ngomong (pake "gue-elo") sama Nanda, pasti dia langsung ngomongnya pake "gue-elo" juga, tapi kayak dimedokin gitu, beberapa orang sampe ketawa, tapi menurut gue biasa aja ah, gak ada yang aneh. Sampe sekarang gue kadang masih gak enak, tapi juga belum bisa berubah. Atau mungkin belum mau, soalnya gue udah nyaman banget pake "gue-elo", dan mungkin untuk mengembalikan memori gue selama masih di Jakarta (yak, kena homesick juga gue). Mungkin suatu hari nanti gue akan secara tidak sadar sudah fasih menggunakan "aku-kamu" atau mungkin Bahasa Jawa dalam percakapan sehari-hari. I wonder when the day will come..

Padahal kalo gue mau menyusup dan berpura-pura jadi anak Teladan bisa aja lho, asal ada niat untuk mengubah tata bahasa, karena gue udah banyak bergaul sama anak Teladan, hampir semua lingkaran teman terdekat gue di sini jebolan Teladan. Entah ada apa dengan Teladan, gue suka aja sama sekolah itu. Apalagi dengan nuansa Islaminya, terlepas dari statusnya sebagai sekolah negeri. Mungkin nanti anak gue bakal gue sekolahin di sana (kalo gue gak tinggal di Inggris, which is very likely to happen in the future :> )
Tapi mau ngapain juga ya gue nyusup dan berpura-pura jadi anak Teladan? Hahahaha (hayo mau ngapaaiiin? [evilsmirk]).

Oke, sekarang waktunya bikin essay untuk Masa Orientasi BEM besok, wish me luck :)

Wednesday, 31 October 2012

Friends and Loneliness

"Alone protects me."
"No, friends protect people."

Dr. Watson and Sherlock Holmes, from Sherlock BBC TV Show

Ada hal yang lucu dari hari ini. Jadwal gue hari ini cuma lecture 1 jam, sudah itu kosong. Dari asrama, gue berangkat kuliah seperti biasa, dengan menggowes sepeda (kali ini dengan kecepatan lumayan tinggi karena sudah hampir telat). Gue langsung parkir di tempat langgananku, depan gedung Radiopoetro (RP), dan berjalan cepat ke gedung RK (Ruang Kuliah dan Auditorium). Sesampainya di RK, gue tidak melihat satu orang pun mahasiswa tahun pertama. Dalam hati gue berpikir, "ya ampun, setelat itu apa gue? Udah sepi gini, berani masuk gak ya?". Gue periksa jam di HP ku, 10:05. Baru telat 5 menit, tumben-tumbenan semuanya tepat waktu. Sejenak gue panik karena terlambat, dan gak tau lecturenya di lantai berapa (gedung RK ada 5 lantai). Jadi gue putuskan untuk setidaknya absen dulu. Karena gue sudah di lantai 2, gue langsung ke mesin fingerprint. Gue tempel jari di sensornya, tidak ada reaksi. Mesinnya mati. Gue turun lagi  ke lantai 1 dan mencoba absen di mesin fingerprint auditorium. Mesinnya mati juga. Mati, pikirku.

Semuanya terasa mencurigakan, mesin fingerprint mati, dan gak ada temanku sama sekali. Di tengah kebingungan itu, gue mengirim SMS ke semua teman tutorial, menanyakan lecture di lantai berapa. Yang pertama kali balas adalah Rendi.

"Eh ternyata jam 9-10, bukan jam 10-11.. Gw juga baru tau and gue emang gak jadi berangkat."

"Whaaaaaat? Kata siapa? Demi apa loooooooo?"

Nyessss. Antara BT dan lega, tapi akhirnya gue ketawa. Dalam mengekspresikan perasaan yang tak dapat diungkapkan dengan kata-kata, biasanya gue ketawa. Seperti waktu nonton Woman in Black kemarin. Hahahaha.. BT karena gue udah buru-buru, belum beresin setrikaan, ngos-ngosan jalan ke RK, ternyata lecture udah selesai. Lega karena gue gak harus mempermalukan diri gue dengan berjalan di tengah-tengah ruangan lecture yang sedang berlangsung (gara-gara yang punya pintu belakang auditorium doang, ruang kuliah lain gak ada pintu belakangnya). Terus gue iseng-iseng naik lagi. cuma untuk memastikan kalo gue emang bener-bener ketinggalan. Di tangga lantai 4 menuju lantai 5, gue ketemu Aldo, dan gue tanya, 

"Do, emang lecturenya udah selesai?" 

"Iya udah."

Hmm, yasudahlah. Seenggaknya gue udah berniat untuk dateng (semoga dicatet pahala, amiiiin). Jam menunjukkan pukul 10:11, dan gue males banget kalo langsung balik ke asrama, jadi gue ke Ibsin aja, soalnya karena tadi buru-buru, gue gak sempet solat Dhuha. Saat berjalan menuju Ibsin, gue ketemu Reyhan dan Amgah, yang walau pun adalah mahasiswa tahun pertama, gak segrup sama gue. Duh, anak-anak grup CDE mana siiiih? Di sana gue merasa kesepian banget. Gue merasa terasing karena gak ada teman-teman sepermainan gue. Hari ini gue dateng ke kampus, dan gak ketemu temen-temen gue. Rasanya, sumpah gak enak banget. Rasanya kesepian banget (duh, gue udah bilang ya?)

Gue jadi inget, dulu gue pernah ngobrol sama temen gue lewat Whatsapp, dia dari Bekasi, dan gue nanya kenapa dia gak daftar FKUI aja yang lebih deket ke rumahnya dari pada UGM. Terus dia bilang, dia phobia sepi. Entah itu dibuat-buat, atau emang ada (mungkin emang ada, tapi gue gak yakin dia bener-bener mengidap itu). Karena FKUI terasing dari fakultas-fakultas lainnya di UI. Saat itu gue berpikir itu alasan yang gak masuk akal. Tapi so what lah, itu jawaban dia.

Sampai beberapa hari yang lalu. Entah kenapa, belakangan ini gue lebih sering merasa kesepian dari biasanya. Dan itu gak enak banget. Apa lagi kalo di asrama sendiri, pas Ira lagi gak ada di kamar. Auranya itu lho, gak banget. Gue sering berpikir untuk main ke rumah Yufi, yang lumayan deket, di Jakal. Tapi gue pikir lagi, ntar gue ngapain di sana? Malah ngerepotin. Akhirnya gak jadi. Gue jadi suka ngirim SMS gak jelas ke orang-orang. All that for the sake of getting rid of my loneliness. Tapi orang-orang emang jarang bales SMS ya, makinlah gue merasa sepi. Gue jadi makin ngerasa berharganya temen yang berharga. Bukan sembarang orang, tapi temen yang berharga, the ones relationship's we would cherish. Gue jadi merasa kayak yang dibilang temen gue, jangan-jangan gue juga jadi phobia sepi.

Memang biasanya ada waktunya gue menginginkan kesendirian, cuma ditemani sama buku dan teh hangat atau kopi (atau smoothie, atau jus, atau pizza, atau scones, tiramisu and other refreshments). Tapi most of the time, I do prefer company. Kemarin gue beli 2 almost identical mug di Mirota. Harganya lumayan, satunya Rp14.800,00, beli 2 hampir 30rb, tapi yang gue pikirkan gue bukan beli gelas, but I was buying a company. Someone to sit and have tea with. Someone to talk to, to share stories and great books. Haha, gue rasa gue sepakat sama perkataan dr. Watson di cuplikan dialog di atas. Friends protect people. From danger, loneliness, anything. You won't realize the price of them untill you lost one.

So, fancy a cuppa? :)

Saturday, 6 October 2012

Refreshment Pascapraktikum Anatomi

Well, hello. So, we meet again. It's very kind of you to spare a little bit of your time to read this piece of.....writing.

Rencana saya sih mau merangkum kejadian-kejadian menarik dari minggu lalu sampai hari ini, atau mungkin kejadian yang saya ingat saja, haha. Pekan ini pekan keempat saya menjalani perkuliahan di FK UGM. Saya akui, tidak mudah memang, bahkan di beberapa subjek (namely, anatomy) saya agak ketetaran untuk mengejar. Bayangkan, kita harus hafal tulang-belulang serta segala lubang dan lekukannya, juga otot-otot yang melekat padanya. Tapi insyaallah dengan tekad yang bulat dan bantuan dari teman-teman sekitar, saya mampu untuk mendapatkan nilai bagus di anatomi, amin.

Jadi minggu lalu, tepatnya di hari Jumat tanggal 28 September lalu, kelompok tutorialku mengadakan pesta kejutan untuk teman-teman kami yang berulang tahun di bulan September, yaitu Shahyla, Citra, dan Agung. Well, sebenernya bukan pesta sih, cuma makan kue bareng aja abis praktikum anatomi. Sekeluranya dari lab anatomi, si Yufi tuh bilang ke mereka bertiga (Shahyla, Agung, sama Citra) kalo pada jangan pulang dulu, ngumpul dulu untuk ngomongin tulang yang nggak sengaja kita patahin, haha, modus..modus. Padahal itu untuk mencegah mereka pulang. Si Agung ada kumpul main DoTA. Citra mau pulang. Shahyla kayaknya juga ada urusan. Jadilah si Yufi menggunakan modus itu untuk mencegah mereka. Sebenernya gue agak bingung juga awalnya, "kok masalah tulang patah dibesar-besarin banget sih?" tapi akhirnya gue membaca bahasa tubuh dan kedipan mata Yufi kalo itu adalah upaya pencegahan pulangnya si trio ultah ini, haha..

Yaudah, setelah itu kita kumpul di bawah pohon di area parkir lab anatomi, yang ada tempat duduknya itu. Rendi sama Nashir yang pergi beli kuenya. Trio ultah udah berhasil kita tahan, tapi kelompok kita belum lengkap, karena Alvin, Nisa, sama Paulina ada wawancara CIMSA. Tapi akhirnya, dengan berbagai usaha yang melibatkan Alvin dan Rendi yang bolak-balik njemputi anak-anak yang belum kumpul, kita bisa kumpul sekelompok. Kue udah dateng, para tersangka sudah di lokasi, kita memberi selamat dan Citra mulai potong kuenya. Si Nashir minta pasang lilin, gue tolak mentah-mentah, hahaha. Gue punya alasan tersendiri untuk gak menyalakan lilin di kue ulang tahun, maaf ya Citra, Agung, dan Shahyla.

Kiri-kanan: Shahyla, Citra, dan Agung. ps: lilinnya gak dinyalain.
Citra yang sadar kamera
Yufi juga sadar kamera. Btw, itu pulpen gue yang dipegang Nashir, kita lagi ngisi formulir MSC (penting gak sih?).
Entah apa yang Agung maksud dengan memosisikan tangannya seperti itu, dan mukanya Nashir gak nyantai banget.
Jadi kita lumayan bersenang-senang setelah praktikum anatomi yang........menjadi beban tersendiri bagi kami. Lumayanlah, cakes and companies. Plus cerita-cerita dan ketawa-ketawa, menghilangkan penat sejenak. Rencananya abis ujian nanti, kita mau nonton di movie box, tapi masih gak tau mau nonton apa. Doain aja lancar ya semuanya, khususnya ujiannya, amin.

Kan, ujung-ujungnya gue hanya mengulas satu event, haha gak papalah. Event ini worth untuk ditulis dalam satu post dan gak digabung sama event lain. Insyaallah di lain waktu gue akan cerita tentang hal menarik lainnya yang menghiasi hari-hari gue, haha..

Oh ya, kalo mau baca recount yang lebih lengkap tentang surprise party ini, cek aja post nya Yufi di sini. Lebih well-written dari pada ini, hahahahahaha :D

Love, Hasna
xoxo

Saturday, 29 September 2012

Tutorial 19 Kece

Hey hey heeeeeey :D hahaha
Selamat datang, selamat datang..
Selamat, Anda sudah menemukan blog saya, silakan dibaca dan diberi feedback (ceilah, kayak lagi Learning Skills aja).

Di FK UGM ini, sistem pembelajaran kita didominasi dengan sistem tutorial, karena fakultasku ini sudah mengadaptasi cara belajar Problem-Based Learning, yang mulai populer di kalangan sekolah-sekolah kedokteran di dunia. Nah, dalam sistem PBL ini, mahasiswanya dibagi dalam kelompok-kelompok kecil untuk melakukan diskusi sesuai skenario yang sudah ditentukan. Satu kelompok bisa tediri dari sekitar 8-10 orang. Kalau di fakultasku, kelompok tutorial ini untuk setahun. Jadi ibaratnya we're stuck with these people for a year. Katanya sih, kelompok tutorial itu bakal jadi temen yang paling........apa ya? Pokoknya paling sering bareng-bareng lah, soalnya kalo ada apa-apa biasa pembagiannya per kelompok tutorial, entah itu lecture atau pun praktikum. Ditambah kegiatan di luar akademik, having fun-nya itu, jalan-jalan bareng, makan bareng, dan lain-lain. Saya pun termasuk orang yang beruntung mendapatkan teman-teman setutorial yang menyenangkan. Kita sudah melaksanakan kuliah selama 3 minggu, dan so far so good lah. Gue mau memperkenalkan temen-temen tutorial gue yaaa, silakan disimak :D

Belakang, kiri-kanan: Agung, Nanda, Rendi, Nashir, Alvin
Depan, kiri-kanan: Yufi, Nisa, Astri, Citra, Gue

Hahaha, gak jadi deh, tuh udah gue kasih nama-namanya. Kalo kepo, cari tau aja sendiri hahaha... Gak deng, bercanda..

Oke, gue kenalin mereka berdasarkan urutan di foto ya. Yang di belakang paling kiri itu Agung Purwanto, biasa dipanggil Agung, temen sekelas gue waktu SMA dulu. Waktu kelas XII gue sekelas sama dia, tapi dulu gue gak terlalu deket dan jarang ngobrol juga sih sama Agung, jadi gue gak terlalu tau tentang dia. Yang jelas, ulang tahunnya sama kayak ulang tahun salah satu aktor favorit gue, Skandar Keynes, yaitu di tanggal 5 September, dan dia suka main DOTA, sampe mau bikin club DOTA di FK ini, hahaha..

Nah di samping Agung itu nama lengkapnya Shahylananda Tito Yuwono. Lucu ya? Tapi gue suka banget namanya, unik. Gue waktu itu manggil dia Shahyla, tapi lama-lama gue terkalahkan sama khalayak lain yang manggil dia Nanda (which is panggilan dia sebenarnya). Nanda ini dari SMA Negeri 3 Yogyakarta, salah satu SMA pentolan di Jogja. Yang gue tau dia itu dulu aktif di Rohis, sampe merambat keluar-luar gitu lho, ibarat kanalikuli yang merambat keluar dari lakuna, hahaha.. Maksud gue, kalo ibarat sekolah itu sebuah negara, dia udah ngurusin Rohis internasional, a.k.a. bergabung sama sekolah lain, mungkin di semacam forum silaturrahimnya. Nomor induk dia di FK itu 15045, sounds familiar? Mirip nomor telpon McDonald's emang, hahaha.. Malah gue sampe lupa kalo telponnya McD itu 14045..

Oke oke, sekarang ke sampingnya Nanda. Anak itu namanya Muhamad Rendi. Ya, Muhamad, dengan hanya satu 'm' di huruf m kedua. Pas gue tanya, katanya ini gara-gara petugas akta kelahirannya (kalo gak salah) yang mungkin.........lalai. Hahaha, ini bukan kasus pertama kok, gue jadi inget ketua kelas gue waktu SMA, namanya Rino. Udah, 4 huruf: R, I, N, O. Katanya sih dulu orang tuanya ngasih nama belakang juga, tapi gara-gara petugas akta, nama belakangnya gak ditulis. Huh, resek banget gak sih tuh, ini kan masalah nama yang akan kita sandang seumur hidup. Alhamdulillah nama gue gak bermasalah, hahaha.. Oke, jadi si Rendi ini alumni SMA Negeri 1 Teladan Yogyakarta. Iya, nama sekolahnya ada 'teladan' nya, jadi ya, pentolan Jogja juga, malah jadi teladan bagi sekolah lain. Semoga SMAN 90 Jakarta bisa menyusul, hahaha.. Rendi ini anak Rohis juga dulu waktu di SMA, dan kalo gak salah anak PMR juga (atau entah apa namanya, yang jelas semacam itulah). Nih anak lolos ke PD FK UGM lewat jalur undangan, udah cukup tau itu aja gue gak mau tau nilainya kayak apa, haha, bisa-bisa gue jadi jealous gila. Rendi ini mirip anak kecil banget, unyu-unyu gimana gitu, haha.. Ampe temen gue ada yang bener-bener ngira dia anak kecil. Sebenernya menurut gue dia normal-normal aja, cuma emang wajahnya yang mirip anak kecil. Kayaknya Rendi suka kartun Conan, soalnya dia punya banyak di laptopnya.

Selanjutnya, Nashiruddin! Hahahahaha, ngeliat tampangnya aja udah bikin ngakak pol! Pokonya hal yang menonjol dari si Nashir itu adalah dia kalo ngomong super duper blak-blakan gak pake sensor gak pake filter, suka-suka dia mau ngomong apa. Kadang ngeselin banget, ngocolnya itu udah tingkat dewa, susah dikalahin, bahkan gue gak tau seseorang bisa jadi sengocol itu. Dia adalah salah satu orang terngocol yang pernah gue kenal selama ini. Nashir ini alumni SMAIT Albinaa Islamic Boarding School. Setau gue, dia dulu SD nya di SDIT, terus SMP sampe SMA di Albinaa. Jadi ya, anak pesantren, kayak gue dulu waktu SMP. Dia hafalannya banyak lho, udah.....juz. Tebak sendiri, yang jelas di atas 5. Duh, jadi malu gue, gue ke mana ajaaaa coba.. Nashir ini walaupun ngocol, tapi seru. Biasalah, tipikal anak-anak yang kocak yang tukang bikin orang ketawa. Dia mau ikut organisasi Medical Science Club (MSC), sama Keluarga Muslim Cendikia Medika (KaLAM, semacam Rohisnya FK), dan mungkin Tim Bantuan Medis Mahasiswa (TBMM). Untuk yang terakhir itu, katanya dia bilang for fun. HAH, ternyata menangani keadaan darurat itu masuk kategori "fun" buat Nashir, hahaha..

Sampingnya Nashir, namanya Alvin Santoso Kalim, panggilannya Alvin. Doi asalnya dari Lampung, walaupun sebenernya dia cuma tinggal di Lampung baru sejak SMP, sebelumnya dia di Jakarta. Katanya, dia pindah ke Lampung karena ibunya punya usaha di sana. Alvin ini kelahiran 1995, jadi kecepetan setahun. Kalo gak salah di tuh anak akselerasi deh, gue lupa di SD, SMP, apa SMA, hahaha (kalo gak salah sih SMA).. Jadi bisa disimpulkan sendiri, anaknya emang pinter. Dulu waktu SMA pernah ikut OSN Fisika, tapi gue lupa sampe tingkat apa, kalo gak salah sampe provinsi deh. Sejak di sini juga udah keliatan kok, anaknya rajin belajar dan aktif saat tutorial. Praktikum anatomi juga gak pernah kena inhal pretest nya, hebat kan? Pertahankan semangat belajarmu, nak! Semoga kelak kau bisa menjadi dokter yang andal. Hahaha, kayak emaknya aja gue.

Nah sekarang kita ke barisan cewek ya. Yang di depan paling kiri, namanya Yufi Kartika Astari, bisa dipanggil Yufi, yupil, whatever you like, haha. Pas baru awal kenal, gue jamin lo bakal ngira kalo dia tuh anaknya kalem. Tapi ternyataaaaaaa hahahaha..... Belakangan ini gue banyak menghabiskan waktu bersama Yufi, dalam rangka menghafalkan nama-nama tulang dan bagian-bagiannya untuk praktikum anatomi. Anaknya asik, dan tenyata gak kalem-kalem banget. Tampaknya doi suka Korea, and things related to it, tapi mungkin gak fanatik-fanatik amat. Doi juga pengen ke Inggris, sama kayak gue :D Yufi ini anaknya pinter nulis, gue suka baca blognya, asik. Gak kayak blog gue, udah sepi, sekalinya ada post, gak enak dibaca, hahaha.. Dia lulusan SMAN 1 Yogyakarta juga, sama kayak Rendi. Di SMA dulu, doi termasuk tim majalahnya, dan sekarang berencana melanjutkan pergulatan di dunia pers dengan bergabung bersama Medisina, lembaga pers mahasiswa FK UGM. Selain Medisina, Yufi juga daftar MSC, semoga keterima dua-duanya ya, Yuf :)

Di samping Yufi, namanya Annisa Maharani, dan biasa dipanggil Nisa. Doi lulusan SMAN 1 Yogyakarta juga lho, jadi di kelompok gue ada 3 anak jebolan Teladan. Nisa ini bapaknya dokter, jadi doi mewariskan bakat ayahnya, haha.. Setau gue, Nisa pengen ikut organisasi yang namanya CIMSA (Center for Medical Student Association) semacam organisasi nonprofit untuk mahasiswa medis yang bergerak di bidang sosial. Sukses ya, Nis :)

Nah, yang di samping Nisa namanya Paulina Astri Utami. Orang-orang manggilnya Astri, tapi yang nempel di otak gue selalu aja namanya itu Paulina. Jadi gue selalu manggil dia "Pau", hahaha. Pau ini jebolan SMAN 8 Yogyakarta. Doi kuliah naik motor lho, dan dia satu-satunya anak cewek di kelompok gue yang naik motor. Pau juga ikut CIMSA, bareng Alvin, Nisa, sama Citra. Kalo mau praktikum anatomi, biasanya pas udah deket-deket mau mulai, pas anak-anak udah bergerombol di deket lab anatomi, si Pau ini suka mengasingkan diri, katanya kalo dengerin anak-anak ngereview malah bikin buyar.

Yang berdiri di antara gue dan Pau namanya Citra Indriani Sibarani, biasa dipanggil Citra. Dulu sebelum jadi friend di FB, gue ngesearch dia itu susaaaaaaaahhnya minta ampun, soalnya yang namanya Citra Indriani itu seabreg-abreg, jadi akhirnya dia deh yang nge-add gue as friend, hahaha.. Citra ini jebolan SMAN 8 Pekanbaru. Udah ada 2 anak SMAN 8, Pau dan Citra, cuma yang satu dari Jogja, yang satu dari Pekanbaru. Harusnya gue jebolan SMAN 8 Jakarta ya, hahaha (maunya!). Citra ini ikut CIMSA dan PMKK, kalo gak salah udah interview, semoga lolos yaaa :D

Oookeeee itulah temen-temen setutor gue.. Saya rasa sekarang saya harus tidur, ngantuk banget hoahm.